Terenyuh dan sangat sedih melihat perjuangan Ibu Sutinah dan suaminya. Mereka punya enam orang anak, tinggal di rumah yg sangat tidak layak. Anak terbesarnya bernama Solihin, ia menderita cacat pada kakinya.
Meski hidup dalam kesusahan, mereka pantang menyerah. Mereka
tetap membesarkan anak-anaknya dengan penuh cinta kasih.
